You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo NAGARI Guguak VIII Koto
Logo NAGARI Guguak VIII Koto
Guguak VIII Koto

KEC. Guguak, KAB. LIMA PULUH KOTA, Provinsi SUMATERA BARAT

Sasar Pelajar Kelas 10 SMAM 1 Guguak, Kolaborasi Puskesmas Dangung-Dangung dan Mahasiswa KKN UNP Gelar CKG untuk Wujudkan "Zero Stunting"

KKN UNP GUGUAK VIII KOTO JUL-DES 23 Juli 2026 Dibaca 6 Kali
Sasar Pelajar Kelas 10 SMAM 1 Guguak, Kolaborasi Puskesmas Dangung-Dangung dan Mahasiswa KKN UNP Gelar CKG untuk Wujudkan "Zero Stunting"

SMAN 1 KEC. GUGUAK – Dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui intervensi sejak dini, UPTD Puskesmas Dangung-Dangung menjalin kolaborasi sinergis dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP). Sinergi ini diwujudkan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan edukasi kesehatan yang digelar di SMAM 1 Kecamatan Guguak, Kamis (23/7/2026).

 

Kegiatan yang difokuskan pada siswa-siswi kelas 10 ini bukan sekadar pemeriksaan fisik rutin, melainkan langkah preventif yang krusial. Adapun layanan pemeriksaan yang diberikan meliputi pengecekan Indeks Massa Tubuh (IMT) melalui berat dan tinggi badan, tekanan darah, serta pengecekan kadar hemoglobin (Hb) sebagai langkah deteksi dini.

 

Selain mendapatkan pemeriksaan kesehatan, para siswa kelas 10 juga mendapatkan pemaparan materi dari mahasiswa KKN UNP Guguak VIII Koto dan tenaga kesehatan Puskesmas. Edukasi ini menyoroti dua isu utama di kalangan remaja: pencegahan anemia bagi remaja putri dan bahaya merokok, khususnya bagi remaja putra. Kedua isu ini merupakan faktor hulu yang sangat memengaruhi risiko stunting di masa depan.

 

"Edukasi anemia pada usia remaja putri sangat penting. Remaja putri yang sejak dini terbebas dari anemia akan tumbuh menjadi calon ibu yang sehat. Ibu hamil yang sehat dan tidak kekurangan sel darah merah akan terhindar dari risiko melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), yang merupakan pemicu utama stunting," jelas salah satu tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Dangung-Dangung di hadapan para siswa.

 

Sementara itu, edukasi mengenai bahaya merokok ditekankan untuk mencegah kebiasaan buruk yang merusak kesehatan paru-paru dan pertumbuhan fisik remaja. Di masa depan, kebiasaan merokok dalam rumah tangga juga menjadi salah satu penyebab stunting karena paparan asap rokok pada ibu hamil dan balita dapat menghambat pertumbuhan.

 

Perwakilan mahasiswa KKN UNP Guguak VIII Koto menyampaikan bahwa sekolah merupakan tempat terbaik untuk menanamkan kesadaran kesehatan jangka panjang.

"Mencegah stunting tidak hanya tentang gizi balita, tapi harus dimulai dari calon orang tuanya kelak, yaitu para remaja ini. Melalui kolaborasi dengan Puskesmas Dangung-Dangung di SMAM 1 Guguak, kami berharap siswa-siswi kelas 10 memiliki kesadaran lebih awal untuk menerapkan pola hidup sehat, sehingga target zero stunting di masa depan bisa kita capai bersama," ungkap perwakilan mahasiswa KKN tersebut.

 

Antusiasme siswa-siswi kelas 10 SMAM 1 Guguak terlihat sangat tinggi. Mereka tampak aktif mengikuti jalannya pemeriksaan kesehatan dan berdiskusi interaktif terkait materi bahaya rokok dan pentingnya tablet tambah darah bagi remaja putri.

 

Melalui program jemput bola ke sekolah ini, UPTD Puskesmas Dangung-Dangung dan mahasiswa KKN UNP berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan keluarga dan pertemanannya. Kesadaran mencegah anemia dan menolak rokok sejak di bangku SMA diyakini akan menjadi fondasi kuat dalam melahirkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBN 2026 Pelaksanaan

APBN 2026 Pendapatan

APBN 2026 Pembelanjaan